Tuesday, September 29, 2015
Momento memories 14
Namanya Shadow Flash...hewan peliharaan ku yang baru umurnya sudah 10 bulan jenis anjing kintamani. Tingkahnya sungguh menggemaskan sangat suka bercanda, manjat, dan gigit gigit apa saja yang bisa di gigit. Tingkahnya memang sok imut tapi bikin jengkel.
Apa lagi kalau dia memanjat dia senang sekali manjat jendela yang dimana jendalaku tinggi 80 cm dan Flash suka memanjat masuk ke kamar lewat jendela. Memang jenis kintamani suka berbuat hal demikian, dasar anjing gunung ia suka berlari-lari, manjat apa saja dan jahil suka menggigit apa saja yang bisa ia masukkan kemulutnya.
"Man best friend" ungkapan atas anjing dan aku sangat setuju dengan hal tersebut, dikala aku sendiri flash selalu menjadi sahabat terbaikku. Walau terkadang menjengkelkan hehehehe.....
Dan dengan adanya flash aku punya anggota keluarga baru di keluargaku. Terimakasih Flash
Momento Memory 15
Menurut Deleuze "Tubuh adalah menjadi objek persaingan. Antara kekuatan aktif hasrat dan kekuatan reaktif modal...."
Friday, March 6, 2015
Momento memory 13
Pagi ini udara terasa segar ku hirup, satu album X&Y musik Coldplay kuputar melalui headsetku. Tampak Shadow (peliharaan kucing mix anggora-persia ku) bermain-main dengan sebongkah kertas di lantai, sangat imut. Atau memang dia mencoba agar terlihat imut hingga mencuri perhatianku, tapi dia berhasil mencuri perhatianku. Ku elus kepalanya bulunya terasa sangat halus, dan terlihat bola matanya berbinar-binar ketika ku elus, sungguh imut.
Teringat kata-kata dari sebuah buku "jalan masih panjang nak" ya kucoba menikmati hidupku saat ini dengan keterbatasan yang aku miliki. Masa lalu tidak bisa kembali dan masa depan siapalah yang tahu, semua adalah ilusi yang hanya reaksi imajinasi otak, setidaknya itu menurutku, tapi lebih amannya hanya itu yang ku tahu...
Dan aku pun memulai syairku pagi ini, entah apakah aku membuat syair yang baik sesuai hierarki syair yang benar aku tak mau memikirkannya.....
adalah kosong, ketika pikiran kosong bukan kosong karena dikosongkan karena tidak mau membuatnya penuh...
adalah jenuh, ketika pikiran penuh dengan dilema yang terus membanjiri pikiran hingga pikiran menjadi keruh dan jenuh...
Adalah lelah, ketika badan maupun pikiran terus mengolah setiap kejadian setiap saat tanpa istirahat dan kemudian timbul ke ausan pada setiap elemen tubuh dan pikiran sehingga menjadi lelah....
adalah hampa, ketika udara menjadi hilang dan gravitasi menjadi nol, tubuh melayang ringan tanpa beban karena udara yang hampa, pikiran tetap terjaga dalam kondisi apapun walau disekitar badan hampa....
Adalah istirahat, dimana keadaan tubuh maupun pikiran kembali kepada keadaan stagnan, bebas dari segala macam aktivitas yang melibatkan tubuh dan pikiran...
Momento memory 12
Teringat masa puber dimana perkembangan kejiwaan ku mengalami pemberontakan. Pemberontakan terhadap sistem yang ada, dan aku sadari saat itu aku salah karena aku belum tahu apa itu sistem. Sampai pada suatu ketika, jiwa memberontak masih aku miliki. Hingga bertahun-tahun; sekarang sampai saat ini aku baru sadari aku telah terlampau jauh masuk kedalam alam pikiranku yang sempit yang hanya terkekang oleh benar-salah, hitam-atau putih, besar atau kecil. Dan kini aku tahu itu hanyalah garis maya tidak nyata dan tidak pernah ada. Hanya pikiran kita yang menelaah sesuatu yang kita rasakan, lihat, dengar dengan panca indra kita.
Bahkan aku sempat membaca tentang scince untuk jenis gelombang otak yang dapat dipelajari untuk kabaikan hidup ku, ada lima jenis gelombang otak alpha, Beta, theta, delta, gamma, hypergama. Masing-masing dimiliki oleh tiap orang berbeda, dari orang normal, spirituil, hingga ilmuwan. Secara scientific aku percaya akan hal tersebut karena telah dibuktikan secara ilmiah adanya kelima macam gelombang tersebut. Dan sudah banyak informasi yang bisa di dapatkan tentang penelitian tersebut.
Sesuatu yang bisa membuat aku merasa lebih hidup itulah yang aku sukai, bukan lagi memberontak dengan sistem yang ada namun sekarang perkembangan pemikiran manusia termasuk aku juga mengalamai perkembangan yang pesat. Bahakan sudah dimulai dari beberapa tahun yang lalu pendaftaran untuk siapa yang ingin tinggal di mars sebagai kelompok manusia pertama yang mengkolonisasi mars. Ya aku sempat mendaftar dan aku masuk terpilih untuk berangkat namun harus bayar sekian dolar sebagai syarat pendaftaran dan aku tidak sanggup bayar karena tidak punya perak untuk membayar sejumlah yang di sebutkan dalam pendaftaran tesebut. Aku berpendapat untuk tinggal di mars aku bisa memulai hidup baru di tempat planet yang benar.-benar belum terjamah, sebagai kelompok manusia pertama yang mengkolonisasi mars aku pikir itu mangasyikkan..tapi ya sudahlah akhirnya aku juga tidak bisa ikut juga karena keterbatasanku tidak memiliki finansial yang lebih..hehehehehe
Momento memory 11
![]() |
| Shangrila |
"Aku menundukkan malu kepada sang Maha Guru yang tak tersentuh, sembah sujudku padaMu wahai maha guru, Hamba hanyalah manusia yang hina dan tanpa tau diri datang kepadaMu dan menyebut namaMu, hamba bersujud-hamba bersujud. Ampunilah ketidaktahuan hamba, kebodohan hamba, kecerobohan hamba hingga mengusik ketenanganmu wahai Maha Guru. Adalah kehendakMu, IjinMU hamba dapat bertemu Engkau wahai maha Guru, ampunilah hamba; Engkau maha tampan dan maha wibawa, sebilah tombak trisula ada di tangan kananmu, Engkau sungguh gagah di atas singasanamu. Hamba bersujud, beribu-ribu ampun atas kelancangan hamba menyebut namaMu dan menatapMu. Hamba bergembira telah bertemu denganMu, Hamba betatap muka denganMu wahai Maha Guru, hamba bersyukur akan hal itu..."
Kemudian setelah Aku bergumam kalimat tersebut, Aku kembali kepada kesadaranku dan kembali tidur rebah. Aku menyadari aku berkhayal antara realitas dan fiksi yang tidak aku tahu, itu hanyalah khayalan pikiranku sendiri ilusi pikiran yang seolah olah melihat sesuatu yang spesifik. Syukurlah ternyata itu hanyalah ilusi pikiran karena kondisi kesehatanku yang sakit. Kemudian malam berlalu dan aku kembali terlelap untuk menatap matahari esok pagi.....
Thursday, March 5, 2015
Momento memory 10
Sebungkus rokok dan segelas kopi seekor kucing peliharaaan mix anggora - persia. Dan sepertinya ini bungkus rokokku yang terakhir untuk beberapa hari kedepan, mungkin bisa jadi beberapa minggu kedepan.
Pagi hari ini banyak kata-kata yang hendak aku tuangkan dalam tulisan, sekedar aku berteriak dalam keheningan dan kesenyapan yang timbul hanyalah rentetan tulisan yang berisikan teriakan ku....
Aku berpendapat tidak hanya ketika kita jatuh cinta kita dapat menuliskan sesuatu syair, namun di kondisi lainnya misalnya ketika aku sakit seperti ini aku mempu menuangkan apa yang aku ingin tuliskan sesuai kondisiku, begitu pula dalam kondisi emosional lainnya...
Aku tahu apa yang aku tuliskan, dengan kesadaran penuh aku menuliskan syair-syair dan sajak-sajak ku, serta paragraf demi paragraf, aku menulis karena aku senang realitas, fiksional, deskriptif, konotasi bentuk tulisan yang aku tuangkan. Berbeda dengan keadaan "Aku menulis karena aku senang menulis.."
Diawali cerita fiksi ada cerita bahwa batu akan menjadi hancur oleh kucuran air yang menetes pada permukaannya, sebelum aku tahu aku tidak percaya dan pemikiran rasionalku belum sampai ke arah situ. Sampai pada suatu ketika ada pembuktian secara ilmiah tentang bagaimana menghancurkan batu dengan air, baru aku percaya 100% bahwa hal tersebut adalah nyata dan ilmiah, ya benar tetesan air dapat menghancurkan benda keras. Seperti terbentuknya jajaran tebing batu di pinggir pesisir pantai yang bertebing batu dimana tebing tersebut langsung menyentuh ke laut dan di hantam ombak yang terus bergerak menghempas tebing batu, dalam waktu yang tidak sebentar perlahan tapi pasti, tebing batu tersebut pun terkikis oleh air laut yang menghempasnya. Bukanlah suatu yang luar biasa namun itu adalah gejala alam yang terjadi dan sudah terjadi sejak ribuan tahun.
Seringkali aku merasa pilu betapa lemahnya aku, tidak seperti tebing batu yang mampu menahan hempasan ombak selama ribuan tahun, tidak seperti ombak yang berkali-kali menghempas tebing batu selama ribuan tahun. Aku lemah daripada itu seperti daun yang sangat mudah sekali sobek dan layu kemudian jatuh dan terurai. Aku tidak iri kepada yang kuat, dan aku tidak iri kepada yang pandai. Dilain kata aku menganggap diriku bodoh dalam kesakitanku dan aku masih belajar dalam masa-masa ku saat ini, dan mungkin aku akan sendiri karena kebodohanku, ketidaktahuanku.....Hanya waktu yang bergulir pelan membantuku untuk tetap bertahan dalam kesadaran penuh kesadaran bahwa walau aku mengalami sindrom schizopernia aku masih bisa bernafas dan kesadaranku perlahan pulih. Dan aku tetap bersykur kepada kesadaranku untuk tetap tegar.....
Pagi hari ini banyak kata-kata yang hendak aku tuangkan dalam tulisan, sekedar aku berteriak dalam keheningan dan kesenyapan yang timbul hanyalah rentetan tulisan yang berisikan teriakan ku....
Aku berpendapat tidak hanya ketika kita jatuh cinta kita dapat menuliskan sesuatu syair, namun di kondisi lainnya misalnya ketika aku sakit seperti ini aku mempu menuangkan apa yang aku ingin tuliskan sesuai kondisiku, begitu pula dalam kondisi emosional lainnya...
Aku tahu apa yang aku tuliskan, dengan kesadaran penuh aku menuliskan syair-syair dan sajak-sajak ku, serta paragraf demi paragraf, aku menulis karena aku senang realitas, fiksional, deskriptif, konotasi bentuk tulisan yang aku tuangkan. Berbeda dengan keadaan "Aku menulis karena aku senang menulis.."
Diawali cerita fiksi ada cerita bahwa batu akan menjadi hancur oleh kucuran air yang menetes pada permukaannya, sebelum aku tahu aku tidak percaya dan pemikiran rasionalku belum sampai ke arah situ. Sampai pada suatu ketika ada pembuktian secara ilmiah tentang bagaimana menghancurkan batu dengan air, baru aku percaya 100% bahwa hal tersebut adalah nyata dan ilmiah, ya benar tetesan air dapat menghancurkan benda keras. Seperti terbentuknya jajaran tebing batu di pinggir pesisir pantai yang bertebing batu dimana tebing tersebut langsung menyentuh ke laut dan di hantam ombak yang terus bergerak menghempas tebing batu, dalam waktu yang tidak sebentar perlahan tapi pasti, tebing batu tersebut pun terkikis oleh air laut yang menghempasnya. Bukanlah suatu yang luar biasa namun itu adalah gejala alam yang terjadi dan sudah terjadi sejak ribuan tahun.
Seringkali aku merasa pilu betapa lemahnya aku, tidak seperti tebing batu yang mampu menahan hempasan ombak selama ribuan tahun, tidak seperti ombak yang berkali-kali menghempas tebing batu selama ribuan tahun. Aku lemah daripada itu seperti daun yang sangat mudah sekali sobek dan layu kemudian jatuh dan terurai. Aku tidak iri kepada yang kuat, dan aku tidak iri kepada yang pandai. Dilain kata aku menganggap diriku bodoh dalam kesakitanku dan aku masih belajar dalam masa-masa ku saat ini, dan mungkin aku akan sendiri karena kebodohanku, ketidaktahuanku.....Hanya waktu yang bergulir pelan membantuku untuk tetap bertahan dalam kesadaran penuh kesadaran bahwa walau aku mengalami sindrom schizopernia aku masih bisa bernafas dan kesadaranku perlahan pulih. Dan aku tetap bersykur kepada kesadaranku untuk tetap tegar.....
Momento Memory 09
"Itu...itu...itu...itu...ini...ini...ini" gaungan suara yang membayangi pikiranku membuatku linglung, keadaan antara realita dan fiksi membuatku takut, takut akan terluka, takut akan kehilangan rasa yang ada hanyalah kehampaan pikiran karena ketakutan. Kemudian kembali gaungan suara "dia, dia,dia,dia dan dia...." membuat realitas fiksi akan kenyataan. Antara dunia pikiran dan dunia realitas, mencampur dalam keadaan nyata dan tak nyata akan pikiran yang dilanda ketakutan...Sejenak hening, sejenak penuh dengan memory baik dan buruk pada pikiran, membuat badan terhuyung, letih dan nafas pun tersengal karena lelah akan nuansa fiksi dalam pikiran..KEMBALI PADA REALITA masih ada masa depan yang harus diperjuangkan, hidupku dan orang yang dekat denganku...bukan mereka yang tak ku kenal, bukan mereka yang tak mengenal, bukan mereka yang tak pernah ku kenal...kembali aku menjadi penyair akan diriku sendiri, akan kalutnya pikiranku akan nuansa fiksi yang kerap kali muncul membayangi setiap deru nafasku...sesak...sesak...sesak dan sesak nafas ini.
Mata pencaharianku yang menuntutku untuk menghayal dengan pikiranku untuk aku bekerja dan menghasilkan perak, aku bukan pekerja otot untuk menghasilkan perak, bukan aku mengecilkan tapi itu bukan mata pencaharianku dan akupun menghormati hal itu...Pikiranku yang ternoda oleh kekalutan akan ketakutan dan fiksi yang di ciptakan oleh realitas yang aku tidak pernah terpikirakan untuk melewatinya...mungkin aku jenuh...kemudian akupun meruntut setiap detail yang aku jalani dari awal dan akupun mencoba membetulkan apa yang telah kulewati, dan serentak aku terhenyak oleh realitas akan keadaan fisik mentalku...akupun menolak terhadap apa yang ku derita namun realitas berkata beda...schizo...schizo...schizo...schizo....bertahun tahun ini aku menderita hal tersebut dan aku tidak mengetahui apa nama yang aku derita pada mental psikisku, tidak setelah aku mencari pengobatan dengan caraku sendiri dan akupun menemukan jawaban tersebut....schizo ya schizo ya schizo..schizo.....................dan pencaharianku pun berakhir, sudah cukup bagiku..cukup
Hei! aku jadi penyair akan sakitku sendiri, akupun menghibur diriku untuk bertutur dalam syairku. Entah siapa yang akan membaca syairku, aku tidak pernah tahu. Hanya rasa syukur untuk kehidupan yang aku jalani saat ini, aku sudah merasa cukup. Memaafkan diriku akan ketidaktahuanku dan kebodohanku di masa lalu, hanya itu yang bisa aku lakukan....hari masih berganti dan masa lalu telah pudar, dan tidak pernah ada, bagiku tidak ada yang bisa kembali ke masa lalu...hanya aku harus melanjutkan hari-hariku...dan akupun melanjutkan hari-hari ku sampai sekarang....
Saat ini, saat aku menulis ini hari telah larut petang, hanya aku dan kesadaranku untuk menuangkan tulisan ini, aku tidak bermaksud menyebutnya syair namun sekedar tulisan realitas...ya realitas...realitas yang aku hadapi, ketika kambuh itu timbul terasa berat aku melewatinya berulang kali kambuh dan berat aku rasakan...pikiranku terhenyak oleh ilusi memori kejadian yang pernah aku lewati dan aku takut...takut....dan takut.........dan takut....realitasku fiksiku mencampur menjadi satu hingga aku terhenyak oleh realitas fiksi....aku pun bersujud letih, sejenak tertidur, sejenak terbangun, sejenak meronta, sejenak menangis, sejenak merintih...tak bisa ku ungkapkan yang aku rasakan...akupun berkata pada diriku "Hari masih berganti dan berlalu, dan akan tetap demikian..." dan akupun terbangun tersadar oleh fiksiku walau terjatuh dan terbangun, setiap saat.
Sunday, March 1, 2015
Momento memory 08
Segelas kopi, sebatang rokok yang sudah di sulut, dua buah akuarium aquascape, dan seperangkat dual monitor komputer yang menyala. Dan di sebelah ada permainan PS4, benar-benar malam yang ramai malam ini di kamarku. Tak lupa Shadow kucing mix anggora-persia peliharaanku yang selalu mengganggu aku ketika mengetik di keyboard, lucu dan menggemaskan. Terkadang aku jahil aku lemparkan si Shadow ke kasur atau mengikat ekornya dengan selembar kain untuk dia gigit-gigit, sungguh lucu.
Cukup rilex malam ini, aku merasakan tubuhku lebih rilex, apa mungkin karena aku setelah meminum obat penenang, aku rasa cukup membantu obat tersebut. Ya seperti yang aku tulis pada artikel sebelumnya aku pengidap schizopernia walau tidak akut. Sindrom schizopernia ini menimbulkan hal-hal yang tak biasa aku rasakan pada panca indraku termasuk pikiranku, sifat ilusi tersebut mengada-mengada membuat aku terpuruk, letih, drop mental, dan hilang konsen kadang-kadang. Sungguh masa yang sulit bagiku, tapi aku harus hadapi dengan senyuman seperti kata lagu Dewa 19.
Saturday, February 28, 2015
Momento Memory 07
Sudah lebih dari beberapa tahun aku mengalami situasi dimana kegamangan menyelimuti pikiranku. Sampai pada suatu ketika tanpa aku sengaja, aku mengalami perjalanan secara maya menembus ruang-ruang rasional pikiranku.
Aku bukanlah orang yang religius atau spirituil, tapi aku MENGHORMATI hal-hal tersebut. Sebagai seorang yang rasional semuanya bagiku adalah segala sesuatu dalam kehidupan adalah akal pikiran. Jujur Aku adalah penganut scientificism, Dimana Ilmu pengetahuan sangatlah penting bagiku, maka dari itu aku selalu mengumpulkan segala bentuk informasi yang berhubungan dengan scientific ilmu pengetahuan ilmiah. Walaupun aku sangat lemah pada bidang matematika, tapi aku menyukai scientific secara umum dan aku pandai menghafal apa yang aku sukai dari pengetahuan ilmiah.
Mulai dari teori-teori Aristoteles dan Plato sampai Stephen Howkings, teori ilmiah alam semesta, Biologi makhluk hidup, geografi bumi, kimiawi jaringan tubuh makhluk hidup (DNA, GEN, dll), dan tentu saja bidang seni murni dan terapan yang juga menurutku termasuk dalam bagian ilmu pengetahuan ilmiah. Bagiku aku masih perlu banyak belajar lagi untuk hal tersebut karena hampir setiap kali adanya penemuan-penemuan baru yang bersifat ilmiah. Walau bukan seorang sarjana pengetahuan ilmiah, namun sebagai penggemar hal tersebut aku menyukai dan menikmatinya.
Damai,damai, damai
Aku bukanlah orang yang religius atau spirituil, tapi aku MENGHORMATI hal-hal tersebut. Sebagai seorang yang rasional semuanya bagiku adalah segala sesuatu dalam kehidupan adalah akal pikiran. Jujur Aku adalah penganut scientificism, Dimana Ilmu pengetahuan sangatlah penting bagiku, maka dari itu aku selalu mengumpulkan segala bentuk informasi yang berhubungan dengan scientific ilmu pengetahuan ilmiah. Walaupun aku sangat lemah pada bidang matematika, tapi aku menyukai scientific secara umum dan aku pandai menghafal apa yang aku sukai dari pengetahuan ilmiah.
Mulai dari teori-teori Aristoteles dan Plato sampai Stephen Howkings, teori ilmiah alam semesta, Biologi makhluk hidup, geografi bumi, kimiawi jaringan tubuh makhluk hidup (DNA, GEN, dll), dan tentu saja bidang seni murni dan terapan yang juga menurutku termasuk dalam bagian ilmu pengetahuan ilmiah. Bagiku aku masih perlu banyak belajar lagi untuk hal tersebut karena hampir setiap kali adanya penemuan-penemuan baru yang bersifat ilmiah. Walau bukan seorang sarjana pengetahuan ilmiah, namun sebagai penggemar hal tersebut aku menyukai dan menikmatinya.
Damai,damai, damai
Tuesday, February 24, 2015
Momento memori 06
Aku bukanlah seorang yang pandai untuk bertutur kata, bahkan menulis kata-kata yang halus dan sopan aku tidak begitu pandai, sekarang aku mencoba menulis untuk sebuah syair, semoga bisa dimengerti syairku:
Terngiang hembusan angin membawa suara gemuruh dari masa lalu
berdenging di telingaku hingga aku harus menutup telingaku rapat-rapat
suara miring, sura mencekam, suara menyakitkan,
Deru nafasku terburu seiring aku mendengar suara yang terbawa angin
akankah ini merupakan hukumanku atas ketidak tahuanku
atas kebodohanku,
atas ketidak mengertianku
atas ketidak sempurananku...
lalu diamanakan keadilan untuk ku berada, apakah ditangan orang yang benar?
benar akan apa? benar yang mana? tak sanggup aku memikirkannya, lalu kubuang jauh-jauh pikiranku tersebut
Setiap aku menunjuk kepada orang lain, disitu pula rasa sakit yang aku alami muncul,
azas praduga tak bersalah tetap aku pegang sampai kapanpun...
Tulisan syair inilah yang sangat adil bagiku,
Aku berkoar akan kesakitanku tanpa ada yang mendengar
Sebungkus rokok aku hisap satu persatu, menemani jalan pikiranku yang mengucur bagaikan air hujan turun malam ini...sangat deras
Cermin cermin ilusi muncul dihadapanku membawa berita akan masa lalu ku,
tentang hubungan ku dengan kekasih-kekasih yang pernah aku singgahi
memang sudah menjadi cerita usang bahwa setiap hubunganku akan kandas
aku salah dan mereka benar, aku benar dan meraka salah,
Tak sanggup aku untuk menyalahkan mereka, karena keadaan ku yang demikian ringkih
keadaanlah yang menjadi kambing hitam, bukan manusia atau benda lain, namun keadaan
Kehilangan adalah paronia bagiku, aku sangat sulit untuk kehilangan orang-orang yang terkasih, namun keadaan berkata beda membuat mereka harus pergi, sekalilagi aku kehilangan
Bagaikan bunga kapas yang aku lepas dan terbawa angin, aku merelakan mereka pergi dan takkan kembali, dan aku takkan mencari dan berlalu, karena masa lalu adalah ilusi, dan ilusi bagiku adalah tidak pernah nyata
Hidupku tidak pernah nyata, tapi aku hidup dalam kenyataan
Tidak menyalahkan mereka yang merasa religius atau spiritualitas, dan aku menghormati mereka
apapun yang dikatakan mereka aku hormati, walau terkadang aku menunduk untuk memberi rasa hormat tanpa segan dan bimbang.
Karena aku sendiri menghormati diriku sebagai orang yang tidak religius
Aku ingin dalam kehidupanku hanya damai di sekeliling aku tempat tinggalku dirumahku bersama keluarga kecilku, bersama orang orang yang aku sayangi dan menyayangi aku.
Mungkin aku akan sendiri, tapi setidaknya aku pernah bersama orang-orang yang aku sayangi
Terngiang hembusan angin membawa suara gemuruh dari masa lalu
berdenging di telingaku hingga aku harus menutup telingaku rapat-rapat
suara miring, sura mencekam, suara menyakitkan,
Deru nafasku terburu seiring aku mendengar suara yang terbawa angin
akankah ini merupakan hukumanku atas ketidak tahuanku
atas kebodohanku,
atas ketidak mengertianku
atas ketidak sempurananku...
lalu diamanakan keadilan untuk ku berada, apakah ditangan orang yang benar?
benar akan apa? benar yang mana? tak sanggup aku memikirkannya, lalu kubuang jauh-jauh pikiranku tersebut
Setiap aku menunjuk kepada orang lain, disitu pula rasa sakit yang aku alami muncul,
azas praduga tak bersalah tetap aku pegang sampai kapanpun...
Tulisan syair inilah yang sangat adil bagiku,
Aku berkoar akan kesakitanku tanpa ada yang mendengar
Sebungkus rokok aku hisap satu persatu, menemani jalan pikiranku yang mengucur bagaikan air hujan turun malam ini...sangat deras
Cermin cermin ilusi muncul dihadapanku membawa berita akan masa lalu ku,
tentang hubungan ku dengan kekasih-kekasih yang pernah aku singgahi
memang sudah menjadi cerita usang bahwa setiap hubunganku akan kandas
aku salah dan mereka benar, aku benar dan meraka salah,
Tak sanggup aku untuk menyalahkan mereka, karena keadaan ku yang demikian ringkih
keadaanlah yang menjadi kambing hitam, bukan manusia atau benda lain, namun keadaan
Kehilangan adalah paronia bagiku, aku sangat sulit untuk kehilangan orang-orang yang terkasih, namun keadaan berkata beda membuat mereka harus pergi, sekalilagi aku kehilangan
Bagaikan bunga kapas yang aku lepas dan terbawa angin, aku merelakan mereka pergi dan takkan kembali, dan aku takkan mencari dan berlalu, karena masa lalu adalah ilusi, dan ilusi bagiku adalah tidak pernah nyata
Hidupku tidak pernah nyata, tapi aku hidup dalam kenyataan
Tidak menyalahkan mereka yang merasa religius atau spiritualitas, dan aku menghormati mereka
apapun yang dikatakan mereka aku hormati, walau terkadang aku menunduk untuk memberi rasa hormat tanpa segan dan bimbang.
Karena aku sendiri menghormati diriku sebagai orang yang tidak religius
Aku ingin dalam kehidupanku hanya damai di sekeliling aku tempat tinggalku dirumahku bersama keluarga kecilku, bersama orang orang yang aku sayangi dan menyayangi aku.
Mungkin aku akan sendiri, tapi setidaknya aku pernah bersama orang-orang yang aku sayangi
Momento memory 05
Paranoia delusive impresion kerap kali menghantui pikiranku, takut akan tempat-tempat yang menurut pikiran ku rawan, rawan akan hal-hal negatif, rawan akan hal-hal tidak aku pahami yang dimana aku tidak ingin berkecimpung dalam hal-hal tersebut. Suatu ketika terjadi arus deras memori dalam kepalaku yang tiba-tiba muncul dimana ilusi kejadian-kejadian masa lalu yang pernah aku alami menjadi teringat, dimana kejadian-kejadian tersebut susah aku tolak mentah-mentah dan arus deras memori yang tida-tiba muncul tersebut seakan muncul begitu saja pada pikiranku....membuatku stress, takut dan depresi yang kambuh tiba-tiba
Hal paling gila selama aku sakit yang pernah hampir aku perbuat adalah percobaan bunuh diri, ini benar-benar diluar akal sehatku karena beban pikiran yang aku terima begitu terasa berat. Dan kini aku sadari hal tersebut hanyalah salah satu sikap yang sangat konyol dan tidak rasional jika aku lakukan, Sering kali aku pasrah atas kondisiku. Aku memiliki dua orang adik dan ibu yang sangat mengkhawatirkan aku dan sudah seyogyanya aku lebih mengkhawatirkan kondisiku juga agar tidak berimbas pada performa kehidupan mereka. Aku menyayangi kaluargaku dan aku menyayangi apa yang aku lakukan yang membuat aku terlupa oleh beban penyakit yang aku derita. Tidak...tidak aku tidak menyalahkan Tuhan, karena bagiku ini tidak ada hubungannya dengan Tuhan, ini hanyalah aku pribadi, sebagai manusia pribadi yang sedang sakit. Dan putus asa tidak ada dalam kamusku, tidak akan pernah.....
Walau menjomblo huhuhuhu aku tidak kesepian aku memiliki seekor kucing anggora kecil manis sebagai teman mainku setiap saat, namanya SHADOW karena warnanya hitam pekat. Umurnya 3 bulan aku beli dari pet shop dekat tempat tinggalku. Baru kali ini aku memelihara kucing walau sudah lama aku ingin memelihara kucing ras seperti shadow (ras Anggora)
Hal paling gila selama aku sakit yang pernah hampir aku perbuat adalah percobaan bunuh diri, ini benar-benar diluar akal sehatku karena beban pikiran yang aku terima begitu terasa berat. Dan kini aku sadari hal tersebut hanyalah salah satu sikap yang sangat konyol dan tidak rasional jika aku lakukan, Sering kali aku pasrah atas kondisiku. Aku memiliki dua orang adik dan ibu yang sangat mengkhawatirkan aku dan sudah seyogyanya aku lebih mengkhawatirkan kondisiku juga agar tidak berimbas pada performa kehidupan mereka. Aku menyayangi kaluargaku dan aku menyayangi apa yang aku lakukan yang membuat aku terlupa oleh beban penyakit yang aku derita. Tidak...tidak aku tidak menyalahkan Tuhan, karena bagiku ini tidak ada hubungannya dengan Tuhan, ini hanyalah aku pribadi, sebagai manusia pribadi yang sedang sakit. Dan putus asa tidak ada dalam kamusku, tidak akan pernah.....
Walau menjomblo huhuhuhu aku tidak kesepian aku memiliki seekor kucing anggora kecil manis sebagai teman mainku setiap saat, namanya SHADOW karena warnanya hitam pekat. Umurnya 3 bulan aku beli dari pet shop dekat tempat tinggalku. Baru kali ini aku memelihara kucing walau sudah lama aku ingin memelihara kucing ras seperti shadow (ras Anggora)
Friday, February 6, 2015
momento memory 04
Pada suatu hari adalah seorang pemimpi yang setiap hari bermimpi untuk sesuatu yang hanya dalam mimpi. Bermimpi tentang suatu masa dimana ia dapat mewujudkan keinginan-keinginannya, Seorang pemimpi baginya hanyalah pemimpi yang bertolak belakang dengan realita. Realita pemimpi tersebut terkekang oleh batasan-batasan yang menyebabkan untuk bermimpi pun ia tak berani, karena pemimpi hanyalah pemimpi, tanpa alasan dan tanpa batasan untuk bermimpi.
Pemimpi tersebut hanyalah orang biasa yang memiliki keterbatasan dalam kehidupannya, cacat physicologisnya oleh karena dia adalah pemimpi. Dan pemimpi itu aku..
Wednesday, February 4, 2015
Momentor memory 02
Pagi yang cerah, matahari bersinar cukup cerah pagi ini, istirahat cukup pada malam hari membuat badanku sedikit lebih baik. Batuk dan gejala diabetes cukup membuat badanku lelah belum lagi penyakit psycologis schizopernia, terdengar keren schizopernia..huhehehehe...
Masa sekarang adalah masa sekarang, dan pagi hari ini yang cerah aku meminum segelas teh hambar hangat yang aku seduh sendiri, bersiap-siap untuk bekerja memulai kegiatan untuk printing out project. Bekerja adalah hobiku dan aku tidak bisa bekerja dengan orang lain karena idelismeku dalam bidangku sebagai grafis. Pernah aku mendengar kabar stigma "Untuk sebagai seniman grafis tidaklah mudah" yang aku artikan sebagai kemampuan dalam membuat karya grafis diperlukan pengertian yang secara kognitif dan sedikit memerlukan daya imajinasi yang membutuhkan energi pikiran yang cukup melelahkan, dan aku mengalami hal tersebut...hehehehehe memang melelahkan...
Mungkin aku bodoh dalam banyak hal, tapi aku hanya bisa mengerjakan satu di bidangku saja. Pernah aku mengalami salah jalan yang tidak aku sadari sama sekali, dan itu sampai sekarang membuatku sangat takut karena beban psycologis yang diakibatkan, aku tidak bisa menipu diriku sendiri kalau aku takut mengalami kejadian yang masa lalu yang membuat aku sangat ciut nyaliku, minuman keras, dan hampir saja aku terjun kedalam hal obat-obatan terlarang, dan semua itu membuat aku sangat takut dan bila dibilang menyesal aku menyesal karena ketidak sadaranku, tapi sebagai pengalaman pahit yang aku alami aku bersyukur.
Tidak ingin aku pergi merantau kembali,, sudah cukup aku merantau
Aku perlu menabung untuk memeriksakan kondisiku "general check up" karena aku kira kondisiku kesehatan sedang menurun belakangan ini.
Mungkin aku bodoh dalam banyak hal, tapi aku hanya bisa mengerjakan satu di bidangku saja. Pernah aku mengalami salah jalan yang tidak aku sadari sama sekali, dan itu sampai sekarang membuatku sangat takut karena beban psycologis yang diakibatkan, aku tidak bisa menipu diriku sendiri kalau aku takut mengalami kejadian yang masa lalu yang membuat aku sangat ciut nyaliku, minuman keras, dan hampir saja aku terjun kedalam hal obat-obatan terlarang, dan semua itu membuat aku sangat takut dan bila dibilang menyesal aku menyesal karena ketidak sadaranku, tapi sebagai pengalaman pahit yang aku alami aku bersyukur.
Tidak ingin aku pergi merantau kembali,, sudah cukup aku merantau
Aku perlu menabung untuk memeriksakan kondisiku "general check up" karena aku kira kondisiku kesehatan sedang menurun belakangan ini.
Tuesday, February 3, 2015
Momento Memory 01
Aku menulis artikel ini dari pulau yang indah Bali, "momento memory" merupakan judul dari sebuah film yang dalam pengertian momento memory adalah merupakan suatu memori/ingatan yang di dasarkan pada suatu kejadian atau event. Adalah suatu hal yang wajar apabila memori atau ingatan berdasarkan moment (kejadian) tetap terkadang kita ingat dan merupakan suatu menjadi pelajaran penting bagi kita untuk membentuk karakter yang lebih baik terutama aku yang menurutku suatu kejadian merupakan suatu pelajaran bagi diriku untuk kedepannya atau membentuk memperkaya karakterku pribadiku agar lebih baik
Dalam artikel ku yang pertama ini melalui artikel momento memory ini aku ingin menceritakan perjalan hidupku yang aku alami dengan kejadian-kejadian yang pernah aku lewati dan sedikit banyak menceritakan tentang hal-hal yang menurutku masih merupakan suatu misteri dalam kehidupanku yang membentuk aku sehingga aku menjadi seseorang yang sekarang.
Sebagai pengidap schizopernia meski bukan terlalu akut aku mengalami sedikit banyak mengalami pada pikiranku, namun hal tersebut tidak membuat aku surut untuk tetap melakukan kegiatanku sehari-hari.
Berawal dari pagi yang cerah saat ini, dengan sadar aku ingin menuliskan ceritaku baik secara abstarak atau nyata sebagai bahan referensiku.
Aku merupakan seorang graphic designer freelance, pendidikan ku sebagai designer aku ambil pada jurusan Desain komunikasi visual pada salah satu perguruan tinggi di Jakarat pada 10 tahun yang lampau. Sebagai designer aku kerap kali mengasah kemampuan pikiranku untuk berpikir secara struktural tentang apa yang hendak aku design, dan kerap kali aku berpkir secara abstrak untuk membuat suatu ide dalam karya design ku, baik itu dalam bentuk gambar draft atau sebuah karya tulis suatu ide kreatif sebagai awal mula aku mengerjakan karyaku. Sebagai designer grafis bukan hanya kemampuan kognitif ( Kognitif berarti mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara rasional/masuk akal) namun juga berpikir secara abstrak untuk menciptakan atau memulai ide kreatif dalam suatu project kerja. Dan ini bagiku sudah menjadi "makanan" sehari-hari yang aku lakukan setiap saat aku mulai project kerja. Setidaknya itu sedikit banyak tentang bidang profesiku yang aku kerjakan sampai saat ini.
Selain itu aku juga seorang penggemar hobi baruku sebagai aquascaper dan aku sudah menjalankan hobiku setahun belakangan ini, sangat mengiburku ketika aku menanam tanaman pada aquascape dan melihat tanamanku tumbuh dengan baik dalam tank. Adalah suatu kenikmatan dan aku mendapatkan puasan dalam ber aquascape. (berikut adalah foto aquascape ku)
Dengan umurku yang sudah 34 tahun, aku masih tetap bujang bukan disengaja atau tidak sengaja, tapi aku melakukan hal tersbut karena aku tidak ingin ada keterikatan dalam kehidupanku dan aku juga belum siap untuk bertangggung jawab lebih jauh terhadap kehidupan pasanganku. Dan aku juga tidak ingin memikirkan kapan aku nikah atau bagaimana aku nikah, memikirkannya pun membuatku ciut dan tidak bernyali. Aku menghormati kehidupan mereka (mantanku) untuk melakukan hidup mereka karena bagiku aku percaya setiap individu berhak untuk memilih dalam kehidupannya (atau tidak memilih merupakan pilihan juga) dan aku menghormati keputusan tersebut. Dan aku pun menghormati keputusanku untuk manjalani kehidupanku sendiri. Setidaknya itu sekilas perjalan cintaku..huhehehe.
Disorientasi pikiran sering aku alami, diamana acap kali aku mengalami kesulitan dalam berpikir karena banyaknya pikiran-pikiran yang sering muncul sehingga mengganggu pikiranku yang utama tidak fokus dalam kegiatanku.
Hari ini tanggal 4 februari 2014 jam 6.58 pagi, aku akan melakukan general check up untuk kondisi kesehatanku karena aku perlu mengecek keshatanku yang belakangan ini sangat menurun. Entahlah semoga kesehatanku tidak terlalu buruk yang aku kira......
Subscribe to:
Posts (Atom)

















