
"Itu...itu...itu...itu...ini...ini...ini" gaungan suara yang membayangi pikiranku membuatku linglung, keadaan antara realita dan fiksi membuatku takut, takut akan terluka, takut akan kehilangan rasa yang ada hanyalah kehampaan pikiran karena ketakutan. Kemudian kembali gaungan suara "dia, dia,dia,dia dan dia...." membuat realitas fiksi akan kenyataan. Antara dunia pikiran dan dunia realitas, mencampur dalam keadaan nyata dan tak nyata akan pikiran yang dilanda ketakutan...Sejenak hening, sejenak penuh dengan memory baik dan buruk pada pikiran, membuat badan terhuyung, letih dan nafas pun tersengal karena lelah akan nuansa fiksi dalam pikiran..KEMBALI PADA REALITA masih ada masa depan yang harus diperjuangkan, hidupku dan orang yang dekat denganku...bukan mereka yang tak ku kenal, bukan mereka yang tak mengenal, bukan mereka yang tak pernah ku kenal...kembali aku menjadi penyair akan diriku sendiri, akan kalutnya pikiranku akan nuansa fiksi yang kerap kali muncul membayangi setiap deru nafasku...sesak...sesak...sesak dan sesak nafas ini.
Mata pencaharianku yang menuntutku untuk menghayal dengan pikiranku untuk aku bekerja dan menghasilkan perak, aku bukan pekerja otot untuk menghasilkan perak, bukan aku mengecilkan tapi itu bukan mata pencaharianku dan akupun menghormati hal itu...Pikiranku yang ternoda oleh kekalutan akan ketakutan dan fiksi yang di ciptakan oleh realitas yang aku tidak pernah terpikirakan untuk melewatinya...mungkin aku jenuh...kemudian akupun meruntut setiap detail yang aku jalani dari awal dan akupun mencoba membetulkan apa yang telah kulewati, dan serentak aku terhenyak oleh realitas akan keadaan fisik mentalku...akupun menolak terhadap apa yang ku derita namun realitas berkata beda...schizo...schizo...schizo...schizo....bertahun tahun ini aku menderita hal tersebut dan aku tidak mengetahui apa nama yang aku derita pada mental psikisku, tidak setelah aku mencari pengobatan dengan caraku sendiri dan akupun menemukan jawaban tersebut....schizo ya schizo ya schizo..schizo.....................dan pencaharianku pun berakhir, sudah cukup bagiku..cukup
Hei! aku jadi penyair akan sakitku sendiri, akupun menghibur diriku untuk bertutur dalam syairku. Entah siapa yang akan membaca syairku, aku tidak pernah tahu. Hanya rasa syukur untuk kehidupan yang aku jalani saat ini, aku sudah merasa cukup. Memaafkan diriku akan ketidaktahuanku dan kebodohanku di masa lalu, hanya itu yang bisa aku lakukan....hari masih berganti dan masa lalu telah pudar, dan tidak pernah ada, bagiku tidak ada yang bisa kembali ke masa lalu...hanya aku harus melanjutkan hari-hariku...dan akupun melanjutkan hari-hari ku sampai sekarang....
Saat ini, saat aku menulis ini hari telah larut petang, hanya aku dan kesadaranku untuk menuangkan tulisan ini, aku tidak bermaksud menyebutnya syair namun sekedar tulisan realitas...ya realitas...realitas yang aku hadapi, ketika kambuh itu timbul terasa berat aku melewatinya berulang kali kambuh dan berat aku rasakan...pikiranku terhenyak oleh ilusi memori kejadian yang pernah aku lewati dan aku takut...takut....dan takut.........dan takut....realitasku fiksiku mencampur menjadi satu hingga aku terhenyak oleh realitas fiksi....aku pun bersujud letih, sejenak tertidur, sejenak terbangun, sejenak meronta, sejenak menangis, sejenak merintih...tak bisa ku ungkapkan yang aku rasakan...akupun berkata pada diriku "Hari masih berganti dan berlalu, dan akan tetap demikian..." dan akupun terbangun tersadar oleh fiksiku walau terjatuh dan terbangun, setiap saat.