Friday, March 6, 2015

Momento memory 11

Shangrila

"Aku menundukkan malu kepada sang Maha Guru yang tak tersentuh, sembah sujudku padaMu wahai maha guru, Hamba hanyalah manusia yang hina dan tanpa tau diri datang kepadaMu dan menyebut namaMu, hamba bersujud-hamba bersujud. Ampunilah ketidaktahuan hamba, kebodohan hamba, kecerobohan hamba hingga mengusik ketenanganmu wahai Maha Guru. Adalah kehendakMu, IjinMU hamba dapat bertemu Engkau wahai maha Guru, ampunilah hamba; Engkau maha tampan dan maha wibawa, sebilah tombak trisula ada di tangan kananmu, Engkau sungguh gagah di atas singasanamu. Hamba bersujud, beribu-ribu ampun atas kelancangan hamba menyebut namaMu dan menatapMu. Hamba bergembira telah bertemu denganMu,  Hamba betatap muka denganMu wahai Maha Guru, hamba bersyukur akan hal itu..."


Kemudian setelah Aku bergumam kalimat tersebut, Aku kembali kepada kesadaranku dan kembali tidur rebah. Aku menyadari aku berkhayal antara realitas dan fiksi yang tidak aku tahu, itu hanyalah khayalan pikiranku sendiri ilusi pikiran yang seolah olah melihat sesuatu yang spesifik. Syukurlah ternyata itu hanyalah ilusi pikiran karena kondisi kesehatanku yang sakit. Kemudian malam berlalu dan aku kembali terlelap untuk menatap matahari esok pagi.....