Saturday, February 28, 2015

Momento Memory 07

Sudah lebih dari beberapa tahun aku mengalami situasi dimana kegamangan menyelimuti pikiranku. Sampai pada suatu ketika tanpa aku sengaja, aku mengalami perjalanan secara maya menembus ruang-ruang rasional pikiranku.


Aku bukanlah orang yang religius atau spirituil, tapi aku MENGHORMATI hal-hal tersebut. Sebagai seorang yang rasional semuanya bagiku adalah segala sesuatu dalam kehidupan adalah akal pikiran. Jujur Aku adalah penganut scientificism, Dimana Ilmu pengetahuan sangatlah penting bagiku, maka dari itu aku selalu mengumpulkan segala bentuk informasi yang berhubungan dengan scientific ilmu pengetahuan ilmiah. Walaupun aku sangat lemah pada bidang matematika, tapi aku menyukai scientific secara umum dan aku pandai menghafal apa yang aku sukai dari pengetahuan ilmiah.

Mulai dari teori-teori Aristoteles dan Plato sampai Stephen Howkings, teori ilmiah alam semesta, Biologi makhluk hidup, geografi bumi, kimiawi jaringan tubuh makhluk hidup (DNA, GEN, dll), dan tentu saja bidang seni murni dan terapan yang juga menurutku termasuk dalam bagian ilmu pengetahuan ilmiah. Bagiku aku masih perlu banyak belajar lagi untuk hal tersebut karena hampir setiap kali adanya penemuan-penemuan baru yang bersifat ilmiah. Walau bukan seorang sarjana pengetahuan ilmiah, namun sebagai penggemar hal tersebut aku menyukai dan menikmatinya.


Damai,damai, damai

Tuesday, February 24, 2015

Momento memori 06

Aku bukanlah seorang yang pandai untuk bertutur kata, bahkan menulis kata-kata yang halus dan sopan aku tidak begitu pandai, sekarang aku mencoba menulis untuk sebuah syair, semoga bisa dimengerti syairku:


Terngiang hembusan angin membawa suara gemuruh dari masa lalu
berdenging di telingaku hingga aku harus menutup telingaku rapat-rapat
suara miring, sura mencekam, suara menyakitkan,
Deru nafasku terburu seiring aku mendengar suara yang terbawa angin
akankah ini merupakan hukumanku atas ketidak tahuanku
atas kebodohanku,
atas ketidak mengertianku
atas ketidak sempurananku...
lalu diamanakan keadilan untuk ku berada, apakah ditangan orang yang benar?
benar akan apa? benar yang mana? tak sanggup aku memikirkannya, lalu kubuang jauh-jauh pikiranku tersebut

Setiap aku menunjuk kepada orang lain, disitu pula rasa sakit yang aku alami muncul,
azas praduga tak bersalah tetap aku pegang sampai kapanpun...
Tulisan syair inilah yang sangat adil bagiku,
Aku berkoar akan kesakitanku tanpa ada yang mendengar
Sebungkus rokok aku hisap satu persatu, menemani jalan pikiranku yang mengucur bagaikan air hujan turun malam ini...sangat deras

Cermin cermin ilusi muncul dihadapanku membawa berita akan masa lalu ku,
tentang hubungan ku dengan kekasih-kekasih yang pernah aku singgahi
memang sudah menjadi cerita usang bahwa setiap hubunganku akan kandas
aku salah dan mereka benar, aku benar dan meraka salah,
Tak sanggup aku untuk menyalahkan mereka, karena keadaan ku yang demikian ringkih
keadaanlah yang menjadi kambing hitam, bukan manusia atau benda lain, namun keadaan
Kehilangan adalah paronia bagiku, aku sangat sulit untuk kehilangan orang-orang yang terkasih, namun keadaan berkata beda membuat mereka harus pergi, sekalilagi aku kehilangan
Bagaikan bunga kapas yang aku lepas dan terbawa angin, aku merelakan mereka pergi dan takkan kembali, dan aku takkan mencari dan berlalu, karena masa lalu adalah ilusi, dan ilusi bagiku adalah tidak pernah nyata

Hidupku tidak pernah nyata, tapi aku hidup dalam kenyataan
Tidak menyalahkan mereka yang merasa religius atau spiritualitas, dan aku menghormati mereka
apapun yang dikatakan mereka aku hormati, walau terkadang aku menunduk untuk memberi rasa hormat tanpa segan dan bimbang.
Karena aku sendiri menghormati diriku sebagai orang yang tidak religius
Aku ingin dalam kehidupanku hanya damai di sekeliling aku tempat tinggalku dirumahku bersama keluarga kecilku, bersama orang orang yang aku sayangi dan menyayangi aku.
Mungkin aku akan sendiri, tapi setidaknya aku pernah bersama orang-orang yang aku sayangi


Momento memory 05

Paranoia delusive impresion kerap kali menghantui pikiranku, takut akan tempat-tempat yang menurut pikiran ku rawan, rawan akan hal-hal negatif, rawan akan hal-hal tidak aku pahami yang dimana aku tidak ingin berkecimpung dalam hal-hal tersebut. Suatu ketika terjadi arus deras memori dalam kepalaku yang tiba-tiba muncul dimana ilusi kejadian-kejadian masa lalu yang pernah aku alami menjadi teringat, dimana kejadian-kejadian tersebut susah aku tolak mentah-mentah dan arus deras memori yang tida-tiba muncul tersebut seakan muncul begitu saja pada pikiranku....membuatku stress, takut dan depresi yang kambuh tiba-tiba

Hal paling gila selama aku sakit yang pernah hampir aku perbuat adalah percobaan bunuh diri, ini benar-benar diluar akal sehatku karena beban pikiran yang aku terima begitu terasa berat. Dan kini aku sadari hal tersebut hanyalah salah satu sikap yang sangat konyol dan tidak rasional jika aku lakukan, Sering kali aku pasrah atas kondisiku. Aku memiliki dua orang adik dan ibu yang sangat mengkhawatirkan aku dan sudah seyogyanya aku lebih mengkhawatirkan kondisiku juga agar tidak berimbas pada performa kehidupan mereka. Aku menyayangi kaluargaku dan aku menyayangi apa yang aku lakukan yang membuat aku terlupa oleh beban penyakit yang aku derita. Tidak...tidak aku tidak menyalahkan Tuhan, karena bagiku ini tidak ada hubungannya dengan Tuhan, ini hanyalah aku pribadi, sebagai manusia pribadi yang sedang sakit. Dan putus asa tidak ada dalam kamusku, tidak akan pernah.....

Walau menjomblo huhuhuhu aku tidak kesepian aku memiliki seekor kucing anggora kecil manis sebagai teman mainku setiap saat, namanya SHADOW karena warnanya hitam pekat. Umurnya 3 bulan aku beli dari pet shop dekat tempat tinggalku. Baru kali ini aku memelihara kucing walau sudah lama aku ingin memelihara kucing ras seperti shadow (ras Anggora)




Friday, February 6, 2015

momento memory 04

Pada suatu hari adalah seorang pemimpi yang setiap hari bermimpi untuk sesuatu yang hanya dalam mimpi. Bermimpi tentang suatu masa dimana ia dapat mewujudkan keinginan-keinginannya, Seorang pemimpi baginya hanyalah pemimpi yang bertolak belakang dengan realita. Realita pemimpi tersebut terkekang oleh batasan-batasan yang menyebabkan untuk bermimpi pun ia tak berani, karena pemimpi hanyalah pemimpi, tanpa alasan dan tanpa batasan untuk bermimpi.




Pemimpi tersebut hanyalah orang biasa yang memiliki keterbatasan dalam kehidupannya, cacat physicologisnya oleh karena dia adalah pemimpi. Dan pemimpi itu aku..



Wednesday, February 4, 2015

Momentor memory 02

Pagi yang cerah, matahari bersinar cukup cerah pagi ini, istirahat cukup pada malam hari membuat badanku sedikit lebih baik. Batuk dan gejala diabetes cukup membuat badanku lelah belum lagi penyakit psycologis schizopernia, terdengar keren schizopernia..huhehehehe...

Masa sekarang adalah masa sekarang, dan pagi hari ini yang cerah aku meminum segelas teh hambar hangat yang aku seduh sendiri, bersiap-siap untuk bekerja memulai kegiatan untuk printing out project. Bekerja adalah hobiku dan aku tidak bisa bekerja dengan orang lain karena idelismeku dalam bidangku sebagai grafis. Pernah aku mendengar kabar stigma "Untuk sebagai seniman grafis tidaklah mudah" yang aku artikan sebagai kemampuan dalam membuat karya grafis diperlukan pengertian yang secara kognitif dan sedikit memerlukan daya imajinasi yang membutuhkan energi pikiran yang cukup melelahkan, dan aku mengalami hal tersebut...hehehehehe memang melelahkan...

Mungkin aku bodoh dalam banyak hal, tapi aku hanya bisa mengerjakan satu di bidangku saja. Pernah aku mengalami salah jalan yang tidak aku sadari sama sekali, dan itu sampai sekarang membuatku sangat takut karena beban psycologis yang diakibatkan, aku tidak bisa menipu diriku sendiri kalau aku takut mengalami kejadian yang masa lalu yang membuat aku sangat ciut nyaliku, minuman keras, dan hampir saja aku terjun kedalam hal obat-obatan terlarang, dan semua itu membuat aku sangat takut dan bila dibilang menyesal aku menyesal karena ketidak sadaranku, tapi sebagai pengalaman pahit yang aku alami aku bersyukur.

Tidak ingin aku pergi merantau kembali,, sudah cukup aku merantau

Aku perlu menabung untuk memeriksakan kondisiku "general check up" karena aku kira kondisiku kesehatan sedang menurun belakangan ini.

Tuesday, February 3, 2015

Momento Memory 01


Aku menulis artikel ini dari pulau yang indah Bali, "momento memory" merupakan judul dari sebuah film yang dalam pengertian momento memory adalah merupakan suatu memori/ingatan yang di dasarkan pada suatu kejadian atau event. Adalah suatu hal yang wajar apabila memori atau ingatan berdasarkan moment (kejadian) tetap terkadang kita ingat dan merupakan suatu menjadi pelajaran penting bagi kita untuk membentuk karakter yang lebih baik terutama aku yang menurutku suatu kejadian merupakan suatu pelajaran bagi diriku untuk kedepannya atau membentuk memperkaya karakterku pribadiku agar lebih baik

Dalam artikel ku yang pertama ini melalui artikel momento memory ini aku ingin menceritakan perjalan hidupku yang aku alami dengan kejadian-kejadian yang pernah aku lewati dan sedikit banyak menceritakan tentang hal-hal yang menurutku masih merupakan suatu misteri dalam kehidupanku yang membentuk aku sehingga aku menjadi seseorang yang sekarang.

Sebagai pengidap schizopernia meski bukan terlalu akut aku mengalami sedikit banyak mengalami pada pikiranku, namun hal tersebut tidak membuat aku surut untuk tetap melakukan kegiatanku sehari-hari.

Berawal dari pagi yang cerah saat ini, dengan sadar aku ingin menuliskan ceritaku baik secara abstarak atau nyata sebagai bahan referensiku.

Aku merupakan seorang graphic designer freelance, pendidikan ku sebagai designer aku ambil pada jurusan Desain komunikasi visual pada salah satu perguruan tinggi di Jakarat pada 10 tahun yang lampau. Sebagai designer aku kerap kali mengasah kemampuan pikiranku untuk berpikir secara struktural tentang apa yang hendak aku design, dan kerap kali aku berpkir secara abstrak untuk membuat suatu ide dalam karya design ku, baik itu dalam bentuk gambar draft atau sebuah karya tulis suatu ide kreatif sebagai awal mula aku mengerjakan karyaku. Sebagai designer grafis bukan hanya kemampuan kognitif ( Kognitif berarti mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara rasional/masuk akal) namun juga berpikir secara abstrak untuk menciptakan atau memulai ide kreatif dalam suatu project kerja. Dan ini bagiku sudah menjadi "makanan" sehari-hari yang aku lakukan setiap saat aku mulai project kerja. Setidaknya itu sedikit banyak tentang bidang profesiku yang aku kerjakan sampai saat ini.

Selain itu aku juga seorang penggemar hobi baruku sebagai aquascaper dan aku sudah menjalankan hobiku setahun belakangan ini, sangat mengiburku ketika aku menanam tanaman pada aquascape dan melihat tanamanku tumbuh dengan baik dalam tank. Adalah suatu kenikmatan dan aku mendapatkan puasan dalam ber aquascape. (berikut adalah foto aquascape ku)

Dengan umurku yang sudah 34 tahun, aku masih tetap bujang bukan disengaja atau tidak sengaja, tapi aku melakukan hal tersbut karena aku tidak ingin ada keterikatan dalam kehidupanku dan aku juga belum siap untuk bertangggung jawab lebih jauh terhadap kehidupan pasanganku. Dan aku juga tidak ingin memikirkan kapan aku nikah atau bagaimana aku nikah, memikirkannya pun membuatku ciut dan tidak bernyali. Aku menghormati kehidupan mereka (mantanku) untuk melakukan hidup mereka karena bagiku aku percaya setiap individu berhak untuk memilih dalam kehidupannya (atau tidak memilih merupakan pilihan juga) dan aku menghormati keputusan tersebut. Dan aku pun menghormati keputusanku untuk manjalani kehidupanku sendiri. Setidaknya itu sekilas perjalan cintaku..huhehehe.

Disorientasi pikiran sering aku alami, diamana acap kali aku mengalami kesulitan dalam berpikir karena banyaknya pikiran-pikiran yang sering muncul sehingga mengganggu pikiranku yang utama tidak fokus dalam kegiatanku.

Hari ini tanggal 4 februari 2014 jam 6.58 pagi, aku akan melakukan general check up untuk kondisi kesehatanku karena aku perlu mengecek keshatanku yang belakangan ini sangat menurun. Entahlah semoga kesehatanku tidak terlalu buruk yang aku kira......