Pada suatu hari adalah seorang pemimpi yang setiap hari bermimpi untuk sesuatu yang hanya dalam mimpi. Bermimpi tentang suatu masa dimana ia dapat mewujudkan keinginan-keinginannya, Seorang pemimpi baginya hanyalah pemimpi yang bertolak belakang dengan realita. Realita pemimpi tersebut terkekang oleh batasan-batasan yang menyebabkan untuk bermimpi pun ia tak berani, karena pemimpi hanyalah pemimpi, tanpa alasan dan tanpa batasan untuk bermimpi.
Pemimpi tersebut hanyalah orang biasa yang memiliki keterbatasan dalam kehidupannya, cacat physicologisnya oleh karena dia adalah pemimpi. Dan pemimpi itu aku..